KABAR SEMBILAN

Selasa, 01 September 2026

Pengisian BPD Ciptamarga Memanas,Calon BPD Desak Inspektorat Bongkar Dugaan Cacat Prosedur






    Poto: Asep Yayat Kurniawan

www.kabarsembilan.net,KARAWANG– Proses pengisian Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Ciptamarga, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, dipersoalkan setelah seorang ASN/PNS terpilih menjadi Anggota BPD melalui pemilihan unsur keterwakilan tokoh masyarakat.

Persoalan tersebut kini dibawa ke Inspektorat Kabupaten Karawang. Pengaduan dilakukan untuk meminta pemeriksaan terhadap proses pengisian BPD, termasuk pemenuhan persyaratan calon dan pelaksanaan setiap tahapan pemilihan.

Calon Anggota BPD Dusun Cilogo, Abdul Rohim, sebelumnya telah melayangkan surat keberatan kepada Panitia Pengisian Anggota BPD, Pemerintah Kecamatan Jayakerta hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Karawang.

Namun, karena belum memperoleh informasi mengenai tindak lanjut atas keberatannya, Abdul Rohim kemudian menyampaikan pengaduan kepada Inspektorat Kabupaten Karawang dengan tembusan kepada Sekretaris Daerah dan Bupati Karawang.

"Sejauh ini kami belum menerima informasi tindak lanjut atas surat keberatan yang sebelumnya telah disampaikan," kata Abdul Rohim.

Persoalan serupa disampaikan calon Anggota BPD Dusun Karamat, Asep Yayat Kurniawan. Ia menyatakan akan melayangkan pengaduan kepada Inspektorat dan meminta dilakukan pemeriksaan khusus terhadap proses pengisian Anggota BPD Desa Ciptamarga.

Asep mempersoalkan sejumlah hal, mulai dari dugaan ketidaknetralan Kepala Desa hingga dugaan ketidaksesuaian prosedur yang dilakukan panitia.

Namun, Asep menegaskan pihaknya tidak meminta Inspektorat langsung menyimpulkan adanya pelanggaran. Menurutnya, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah seluruh tahapan pengisian BPD telah berjalan sesuai ketentuan, khususnya Peraturan Bupati Karawang Nomor 24 Tahun 2026 tentang Badan Permusyawaratan Desa.

"Yang kami minta bukan Inspektorat langsung menyatakan siapa yang bersalah. Kami meminta diperiksa dan dibuktikan," ujarnya.

Salah satu poin yang diminta untuk diperiksa adalah status ASN/PNS yang terpilih sebagai Anggota BPD Dusun Cilogo.

Asep meminta Inspektorat memeriksa pemenuhan persyaratan calon, dasar hukum pencalonan serta proses verifikasi yang dilakukan panitia sebelum calon tersebut ditetapkan dan mengikuti pemilihan.

Menurutnya, pemeriksaan penting dilakukan agar dapat diketahui apakah seluruh persyaratan calon telah diverifikasi secara objektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain persoalan status ASN, transparansi dalam penyusunan dan penyampaian tata tertib pengisian BPD juga menjadi sorotan.

Asep mengaku calon tidak mendapatkan sosialisasi mengenai tata tertib pengisian BPD.

"Kami sebagai calon pun tidak diberikan sosialisasi tentang tata tertib. Pada saat kami melakukan pendaftaran pengisian BPD, panitia tidak menyampaikan terkait tata tertib pengisian Anggota BPD," ujarnya.

Karena itu, ia meminta Inspektorat memeriksa proses penyusunan dan penetapan tata tertib, termasuk siapa yang menyusun, kapan ditetapkan, bagaimana sosialisasinya serta apakah seluruh calon memperoleh informasi yang sama.

Asep juga meminta pemeriksaan terhadap dugaan keberpihakan Kepala Desa Ciptamarga dalam proses pengisian BPD.

Pemeriksaan, kata dia, perlu melihat apakah terdapat komunikasi, pengarahan, dukungan, fasilitas atau tindakan lainnya yang berpotensi mempengaruhi independensi proses pengisian BPD.

"Semua itu kami minta diperiksa, bukan langsung disimpulkan. Kalau memang tidak ada pelanggaran, tentu hasil pemeriksaan juga harus disampaikan secara jelas," katanya.

Tidak hanya tahapan pemilihan, Asep meminta Inspektorat memeriksa seluruh dokumen dan rangkaian proses pengisian BPD.

Pemeriksaan tersebut meliputi pembentukan dan pakta integritas panitia, pendaftaran calon, verifikasi persyaratan, penetapan calon, jadwal pelaksanaan, daftar hadir, berita acara, proses pemilihan hingga penetapan hasil.

Menurutnya, pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada hasil akhir pemilihan.

"Jangan sampai masyarakat hanya diberikan jawaban bahwa pemilihan sudah selesai, sementara pertanyaan apakah prosesnya sudah sesuai aturan tidak pernah dijawab," katanya.

Asep juga meminta pihak-pihak yang mengetahui dan terlibat dalam proses pengisian BPD, termasuk Kepala Desa, panitia, calon anggota BPD maupun pihak terkait lainnya, dipanggil untuk memberikan keterangan apabila diperlukan.

"Kami ingin Inspektorat segera melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak terkait. Jika ditemukan pelanggaran yang terbukti mempengaruhi tahapan maupun hasil pengisian BPD, harus ada tindakan korektif sesuai ketentuan. Jika persoalannya berada di luar kewenangan Inspektorat, hasil pemeriksaan juga diharapkan diteruskan kepada instansi yang berwenang," tegasnya.

Pengaduan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai pelaksanaan pengisian Anggota BPD Desa Ciptamarga serta memastikan seluruh tahapan telah sesuai dengan Peraturan Bupati Karawang Nomor 24 Tahun 2026.(red)

Jumat, 28 Agustus 2026

"Lingkaran Setan" Pentahelix PUPR Karawang Di Sorot,Askun:"Jadikan Ini Produk Hukum Kejaksaan! "


    Poto:Asep Agustina SH.MH

www.kabarsembilan.net,KARAWANG - Modus 'pentahelix' atau 'lingkaran setan' dalam beberapa temuan Inspektorat Karawang terhadap Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Karawang, kembali disorot.

Kasus dugaan korupsi mengenai 'sunat' anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dan pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Dinas PUPR Karawang ini dikabarkan sudah menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang.

Bahkan kelima pejabat berinisial AR, MY, R, T, dan C dikabarkan bukan hanya sudah diperiksa Inspektorat Karawang. Melainkan juga telah dipanggil oleh penyidik Kejari.

Atas persoalan ini, Pengamat Kebijakan Sekaligus Praktisi Hukum, Asep Agustian SH., MH., meminta Kejari Karawang lebih transparan dalam menangani perkara dugaan korupsi 'sunat' SPPD dan pengadaan BBM di Dinas PUPR Karawang ini, Jumat (28/8/2026).

Askun (sapaan akrab) menjelaskan, istilah 'pentahelix' awal mula muncul dari pernyataan mantan Kabid SDA Dinas PUPR Karawang, Aris Purwanto yang kini menjabat sebagai Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Karawang.

Setelah itu, kemudian gaduh istilah 'pentahelix' hingga terjadi temuan oleh Inspektorat Karawang terkait dugaan 'sunat' SPPD milik Waker atau Tim/Pasukan Biru, hingga persoalan dugaan korupsi kerja sama pengadaan BBM.

"Disunat-lah itu semua, sampai dia bisa membangun rumah dan lain-lain. Dari mana saya bisa tahu, ya itu sudah terungkap dari pemeriksaan Kejaksaan," ungkap Askun.

"Kenapa pihak Kejaksaan tidak terbuka?. Kenapa tidak dibukakan semua ini?. Kenapa dibungkamkan ini?. Ada apa ini semua," timpal Askun seraya bertanya.

Ditegaskan Askun, sebuah unsur pidana hukum tidak bisa dihilangkan hanya dengan pengembalian kerugian negara. Sehingga akhirnya dinas berkaitan tetap mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Oleh karenanya, Askun juga menegaskan agar Bupati melalui Sekda Karawang tetap memberikan sanksi tegas kepada para oknum pejabat tersebut.

"Saya cuma meminta kepada pihak Kejaksaan, ini bom waktu!. Orang sudah pada semakin tahu dan yang diperiksanya sudah gelisah. Ini sebuah sekam yang hari ini saya tiup. Dan mohon maaf selama ini saya diam," katanya.

Atas persoalan ini, Askun mengaku ingin membuktikan pernyataan Aris Purwanto yang sebelumnya selalu mengaku sebagai pejabat bersih, hingga akhirnya dipromosikan menjadi Sekretaris Bapperinda Karawang.

"Saya minta kepada bupati, apakah orang yang dipercaya seperti ini," tanya Askun.

"Dan saya meminta kepada Kejaksaan untuk membuka perkara ini. Jadikan ini barang (produk hukum, red). Jadikan ini produk hukum-mu yang selama ini mana penanganan korupsi yang terjadi di Karawang. Hari ini buktikan, ada rentetan 5 nama ini, kenapa dibiarkan?," tantang Askun.

Atas dugaan korupsi ini, Askun menegaskan jika persoalan ini bukan uang negara yang sedikit. Bahkan ia menyebut ada uang yang diduga masuk ke rekening pribadi atas persoalan dugaan korupsi ini.

"Saya juga minta kepada Sekda sebagai 'Bupati-nya PNS', apakah ini akan terus dibiarkan tidak diberikan sanksi,?" tantang Askun lagi.

Jika persoalan ini dibiarkan, Askun mengkhawatirkan ini akan menjadi presenden buruk. Sehingga setiap kali terjadi dugaan korupsi di dinas, maka oknum pejabat bersangkutan tidak perlu khawatir takut proses hukum. Karena penyelesaian persoalanya cukup mengembalikan uang yang dikorupsi.

Apakah hukum akan terus seperti ini?. Jadi dengan tegas saya meminta ke Kejaksaan, bongkar ini semua jadikan barang ini, jadikan produk hukummu, jika memang selalu bicara penegakkan hukum," tegasnya.

"Saya juga minta kepada pak bupati, turunkan dan pecat orang-orang seperti beginian. Non-job-kan semua ini, karena bupati tidak akan suka melihat perbuatan orang-orang yang nista seperti ini," tutup Askun.***

Jumat, 07 Agustus 2026

Kades Dewisari Sambut Baik Pembangunan Jalan Poros Pacing Utara-Bengle, "Ini Harapan Lama Masyarakat Kami Yang Kini Terwujud".



www.kabarsembilan.net,KARAWANG – Kepala Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, Tamin, menyambut baik pelaksanaan pembangunan Jalan Poros Pacing Utara–Bengle yang dinilai menjadi salah satu infrastruktur penting bagi kelancaran aktivitas masyarakat.

Menurut Tamin, pembangunan jalan tersebut merupakan kabar baik yang telah lama dinantikan warga. Ia meyakini keberadaan jalan yang lebih baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan perekonomian di wilayah sekitar.

"Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik pembangunan Jalan Poros Pacing Utara–Bengle. Jalan ini sudah lama menjadi harapan masyarakat karena merupakan akses vital yang setiap hari digunakan warga," ujar Tamin.rabu(5/8/2026) 

Ia menambahkan, kondisi jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan kerap menjadi keluhan masyarakat dan menghambat aktivitas sehari-hari, terutama bagi para petani dan pelaku usaha yang mengandalkan jalur tersebut.

"Dengan adanya pembangunan ini, kami berharap akses transportasi menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman. Tentunya manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aktivitas ekonomi," katanya.

Tamin juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Karawang beserta seluruh pihak yang telah merealisasikan pembangunan jalan tersebut.

"Atas nama Pemerintah Desa Dewisari dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Karawang yang telah memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah kami. Semoga pekerjaan ini berjalan lancar, tepat waktu, dan menghasilkan kualitas jalan yang baik sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang," pungkasnya.

Sementara itu, Carma, warga Dusun Bengle, juga menyampaikan apresiasinya atas pembangunan jalan tersebut. Ia berharap proyek ini benar-benar dikerjakan dengan baik agar memberikan manfaat maksimal bagi warga sekitar.

"Kami sebagai warga sangat senang dengan adanya perbaikan jalan ini. Semoga hasilnya bagus dan bisa memudahkan aktivitas kami sehari-hari, terutama untuk ke kebun dan ke pasar," ujar Carma.(red)

Kamis, 30 Juli 2026

Netralitas Panitia Hingga Domisili Calon Di Persoalkan,Pengisian Anggota BPD Desa Kampung Sawah Terancam Di Gugat


www.kabarsembilan.net,KARAWANG– Pelaksanaan tahapan Pengisian Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, kembali menuai sorotan. Seorang warga Desa Kampungsawah, Ahmad Yusup Tohiri, mengaku belum puas terhadap jawaban maupun argumentasi yang disampaikan Panitia Pengisian Anggota BPD dalam audiensi yang membahas pelaksanaan tahapan pengisian anggota BPD berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam audiensi yang digelar di Aula Desa Kampungsawah, Rabu (29/7/2026) malam, Yusup menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait mekanisme pelaksanaan tahapan pengisian anggota BPD yang dinilainya belum terjawab secara substansial.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotannya adalah mekanisme penetapan Daftar Pemilih unsur keterwakilan masyarakat. Menurutnya, penetapan 60 orang pemilih keterwakilan masyarakat tidak melalui mekanisme sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Karawang Nomor 24 Tahun 2026.

"Pasal 27 dan Pasal 28 mengatur bahwa penetapan daftar pemilih dilakukan melalui musyawarah di tingkat RT. Namun yang terjadi justru musyawarah panitia di tingkat dusun yang disebut-sebut musdus dengan menghadirkan kepala dusun, RT, RW, Linmas, serta para wakil calon anggota BPD. Panitia beralasan tahapan musyawarah RT tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu," ujar Yusup.

Menurutnya, alasan tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk mengesampingkan tahapan yang telah diatur dalam regulasi. Ia menilai setiap tahapan memiliki fungsi untuk menjamin proses pengisian anggota BPD berlangsung secara transparan, akuntabel, partisipatif, serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat.

Selain itu, Yusup juga mempertanyakan asal-usul nama-nama yang masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) hingga kemudian ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Saya mempertanyakan nama-nama dalam DPS itu berasal dari mana. Apakah usulan RT, usulan RW, atau usulan Kepala Dusun? Semua itu harus jelas dan semestinya didukung berita acara serta dokumentasi sebagai dasar penetapan," katanya.

Sorotan lainnya muncul terhadap masuknya nama Ketua Panitia Pengisian Anggota BPD ke dalam DPT sebagai unsur tokoh pemuda. Menurut Yusup, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai independensi dan netralitas penyelenggara.

"Ketua panitia justru masuk dalam DPT sebagai tokoh pemuda. Alasannya karena tidak ada aturan yang melarang sehingga diputuskan berdasarkan kesepakatan panitia. Namun mengapa hanya Ketua Panitia yang masuk sebagai pemilih, sedangkan panitia lainnya tidak? Jangan-jangan ketua panitia memilki kepentingan terselubung dibalik semua ini," ujarnya.

Ia pun meminta agar daftar pemilih unsur keterwakilan masyarakat, khususnya di Dusun Campea, dievaluasi dan ditetapkan kembali melalui mekanisme musyawarah di tingkat RT sesuai ketentuan yang berlaku.

Tak hanya itu, Yusup juga menyoroti penerapan syarat domisili bagi calon anggota BPD yang dinilainya tidak diterapkan secara konsisten.

Ia mengungkapkan, terdapat nama pemilih di Dusun Pasar yang dicoret dari daftar pemilih karena sudah tidak lagi berdomisili di wilayah tersebut. Namun di sisi lain, terdapat seorang calon anggota BPD dari Dusun Campea yang diketahui telah bertempat tinggal di desa lain tetapi tetap dinyatakan memenuhi syarat dengan alasan masih memiliki KTP Desa Kampungsawah.

"Menurut saya ini tidak etis. Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 Pasal 13 huruf h menegaskan bahwa calon anggota BPD wajib bertempat tinggal di wilayah pemilihan. Kalau pemilih saja bisa dicoret karena tidak berdomisili, mengapa calon anggota BPD yang sudah tinggal di desa lain justru tetap diloloskan? Aturan seharusnya diterapkan secara adil kepada semua pihak," tegasnya.

Yusup mengaku sebelumnya juga telah memperoleh penjelasan dari Kasi Pemerintahan Kecamatan Jayakerta yang menyatakan bahwa calon anggota BPD yang tidak berdomisili atau tidak bertempat tinggal di wilayah pemilihannya seharusnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sesuai ketentuan Permendagri.

Usai audiensi, Yusup mengatakan telah meminta notulen hasil audiensi beserta sejumlah dokumen tahapan pengisian anggota BPD, termasuk berita acara setiap tahapan dan Tata Tertib Pengisian Anggota BPD yang menurutnya belum pernah disosialisasikan secara terbuka kepada masyarakat maupun para calon anggota BPD.

"Semoga saja mereka menepati janjinya untuk memberikan dokumen-dokumen yang saya minta. Dokumen tersebut penting agar masyarakat dapat mengetahui apakah seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Ia menegaskan akan membawa persoalan tersebut ke jenjang yang lebih tinggi apabila tidak ada evaluasi secara menyeluruh terhadap proses pengisian anggota BPD.

"Saya akan mengajukan audiensi ke Pemerintah Kecamatan Jayakerta. Bahkan apabila diperlukan, saya akan mengajukan permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kabupaten Karawang agar seluruh proses pengisian anggota BPD Desa Kampungsawah dibedah secara terbuka dan objektif demi menjamin kepastian hukum, transparansi, serta keadilan bagi seluruh masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, audiensi tersebut digelar di Aula Desa Kampungsawah dan dihadiri Kepala Desa Kampungsawah Dede Sunarya, Ketua BPD Komarudin beserta anggota, Ketua Panitia Pengisian Anggota BPD Engkos Kosasih bersama jajaran panitia, Ketua Gapoktan Desa Kampungsawah Arip Munawir, Ketua Forum Pemuda Jayakerta Bersatu (FPJB) Fuad Hasan, para wakil calon anggota BPD, serta sejumlah pemuda Dusun Campea.(red) 

Rabu, 29 Juli 2026

Redaksi


Penerbit :
PT.Gempar Citra Multimedia

AHU-0013650.AH.01.01Tahun 2025
NIB. 1902250112358
NPWP. 10.000.000.0-029.928

Chief Executive Officer(CEO) 
AY.Kurniawan

Direktur 
Mulyadi

Komisaris
H.Asep Agustian SH.MH

Pemimpin Perusahaan
Euis Jamilah

Pemimpin Redaksi 
Asep Kurniawan

Redaktur Pelaksana 
Hapip Rudi

Dewan Redaksi
H.Asep Agustian SH.MH
RL Jeri Sagita SH. 
H.Latifudin Manaf
H.Endang Suryana

Divisi IT&Medsos
Jejen

Reporter
Mustopa
Nana
Uday Subarna

Tim Hukum
Asep Agustian SH.MH & Law Firm
Tatang Wahyudin SH.MH

Alamat Redaksi:Jln.Raya Batujaya-Jayakerta Karawang

Email:kabarsembilan26@gmail.com
Kontak:081517950999
Rekening Mandiri:1730020974177

Minggu, 26 Juli 2026

AKPERSI Karawang Dukung Tranformasi Polresta:Siap Perkuat Sinergi Polri Dan Insan Pers


www.kabarsembilan.net,KARAWANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pengukuhan peningkatan tipe Polres Karawang menjadi Polresta Karawang di bawah jajaran Polda Jawa Barat. Momentum bersejarah tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum kepada masyarakat Kabupaten Karawang.

Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Karawang, Ferimaulana, mengatakan bahwa peningkatan status Polres menjadi Polresta merupakan bentuk kepercayaan negara kepada institusi Kepolisian Republik Indonesia dalam menjawab tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan Kabupaten Karawang sebagai kawasan industri, perdagangan, dan investasi nasional.

Menurut Ferimaulana, hadirnya Polresta Karawang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, profesional, transparan, dan humanis sesuai dengan semangat transformasi Polri yang Presisi.

"Atas nama keluarga besar DPC AKPERSI Kabupaten Karawang, kami mengucapkan selamat dan sukses atas pengukuhan Polres Karawang menjadi Polresta Karawang. Semoga momentum ini menjadi awal yang baik dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri," ujar Ferimaulana.

Dalam kesempatan tersebut, Ferimaulana juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada AKBP Fiki Novian Ardiansyah, S.H., S.I.K., M.K.P., M.Si., CFE atas dedikasi, pengabdian, serta kepemimpinannya selama menjabat sebagai Kapolres Karawang.

Di bawah kepemimpinannya, berbagai program pelayanan masyarakat, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, serta sinergi bersama pemerintah daerah, media, dan berbagai elemen masyarakat dinilai berjalan dengan baik. Berbagai upaya penegakan hukum maupun pendekatan humanis kepada masyarakat turut menjadi bagian dari kepemimpinannya selama bertugas di Kabupaten Karawang.

"Feri menilai kontribusi AKBP Fiki Novian Ardiansyah telah memberikan warna positif dalam membangun komunikasi yang baik antara Polri dengan masyarakat maupun insan pers, sehingga hubungan kemitraan dapat terus terjalin secara konstruktif.

Selain itu, AKPERSI juga menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada KOMBES POL. Mario Prahatinto, S.H., S.I.K., M.Si. sebagai Kapolresta Karawang.

Ferimaulana menyampaikan keyakinannya bahwa dengan pengalaman dan kepemimpinan Kombes Pol. Mario Prahatinto, Polresta Karawang akan semakin maju dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

"Kami mengucapkan selamat mengemban amanah kepada Bapak Kombes Pol. Mario Prahatinto sebagai Kapolresta Karawang. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam memimpin Polresta Karawang menuju institusi yang semakin Presisi, profesional, humanis, modern, serta dicintai masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, AKPERSI menegaskan bahwa pers memiliki peran penting sebagai mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Sinergi antara Polri dan insan pers dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondusivitas daerah.

AKPERSI berharap hubungan harmonis yang selama ini telah terbangun dapat terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka, transparan, serta saling menghormati fungsi dan tugas masing-masing demi kepentingan masyarakat luas.

Dengan berubahnya status menjadi Polresta, diharapkan institusi Kepolisian di Kabupaten Karawang mampu meningkatkan kapasitas organisasi, memperkuat pelayanan publik, mempercepat respons terhadap berbagai persoalan keamanan, serta semakin adaptif menghadapi dinamika sosial di tengah pertumbuhan wilayah yang begitu pesat.

Di akhir pernyataannya, Ferimaulana mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung kinerja Polresta Karawang agar tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif.

"Selamat dan sukses atas Pengukuhan Peningkatan Tipe Polres Karawang menjadi Polresta Karawang. Terima kasih kepada AKBP Fiki Novian Ardiansyah atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Polres Karawang. Selamat bertugas kepada Kombes Pol. Mario Prahatinto sebagai Kapolresta Karawang. Semoga Polresta Karawang semakin Presisi, profesional, humanis, dan terpercaya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang," tutup Ferimaulana.(red) 

Sabtu, 25 Juli 2026

Ketua Umum DPP AKPERSI Tegaskan Wartawan Nasionalis Masih Mendominasi Dunia Pers Indonesia


www.kabarsembilan.net,JAKARTA– Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI), Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.ILJ., mengingatkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar tidak menggeneralisasi profesi wartawan, jurnalis, maupun media dalam penyampaian pidatonya pada acara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menyinggung istilah "londo ireng".

Menurut Rino Triyono, DPP AKPERSI menghormati Presiden RI sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Namun, ia berharap setiap penyampaian pendapat yang berkaitan dengan insan pers disampaikan secara proporsional sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap seluruh wartawan, jurnalis, dan perusahaan media yang selama ini bekerja secara profesional.

"Kami mengingatkan Bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa tidak semua wartawan, jurnalis, maupun media adalah 'londo ireng'. Masih sangat banyak insan pers yang berjiwa nasionalis, idealis, berintegritas, dan profesional yang setiap hari menjalankan tugas jurnalistik untuk menjaga kepentingan bangsa, mengawal demokrasi, serta menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat," ujar Rino Triyono.

Ia menegaskan bahwa wartawan, jurnalis, dan media memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar demokrasi. Fungsi pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat, menjadi kontrol sosial, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, kritik yang disampaikan oleh wartawan, jurnalis, maupun media yang berlandaskan fakta, data, dan kepentingan publik bukanlah bentuk permusuhan terhadap pemerintah, melainkan bagian dari fungsi kontrol sosial sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Kritik yang membangun merupakan bentuk kecintaan kepada bangsa dan negara. Wartawan, jurnalis, dan media yang profesional justru hadir untuk membantu mengingatkan apabila terdapat kebijakan yang perlu dievaluasi demi kepentingan rakyat dan kemajuan Indonesia," tegasnya.

Rino Triyono juga mengajak seluruh wartawan, jurnalis, perusahaan media, serta organisasi pers di Indonesia untuk terus menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, menjaga independensi, profesionalisme, serta menyajikan pemberitaan yang berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, DPP AKPERSI berharap hubungan antara pemerintah dengan wartawan, jurnalis, dan media dapat terus dibangun melalui komunikasi yang sehat, saling menghormati, serta memahami peran masing-masing dalam menjaga stabilitas nasional dan memperkuat demokrasi.

"Kami percaya Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen besar untuk membangun Indonesia. Karena itu, kami berharap seluruh wartawan, jurnalis, dan media yang bekerja secara profesional, nasionalis, dan idealis tetap diberikan penghormatan sebagai mitra strategis bangsa dalam mengawal jalannya pemerintahan melalui kritik yang objektif, berimbang, dan membangun," tambahnya.

Menutup pernyataannya, Ketua Umum DPP AKPERSI menegaskan bahwa pers yang profesional bukanlah lawan pemerintah, melainkan mitra bangsa dalam menjaga demokrasi, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta mengawal pembangunan nasional demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.

"Wartawan, jurnalis, dan media yang berintegritas adalah aset bangsa. Pers yang merdeka, profesional, dan bertanggung jawab merupakan mitra strategis pemerintah dalam mengawal demokrasi, menjaga persatuan, serta memastikan setiap kebijakan berjalan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat Indonesia."(red) 
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done